TRIBUN-MEDAn.com, TANJUNGBALAI - Kekayaan ragam kuliner Indonesia tergambar pada bulan Ramadan. Tidak sedikit santapan berbuka puasa tidak akan dijumpai di luar bulan Ramadan. Mulai dari makanan ringan, hingga makanan berat.
Namun, di Kota Tanjungbalai memiliki makanan khasnya sendiri yang tidak mungkin dilewatkan sebagai menu berbuka puasa. Bubur Podas, merupakan santapan buka puasa khas suku Melayu yang tidak pernah terlewatkan bagi masyarakat Tanjungbalai.
Bubur yang memiliki 44 jenis bahan makanan ini memiliki citarasa yang akan memanjakan lidah serta memiliki aroma yang membuat Anda ingin nambah, dan nambah lagi saat mengonsumsinya.
Mulai dari ubi, sayur mayur, kepah, ikan asin, beras hingga rempah sebagai bahan dasar pembuatan bubur podas.
Tidak hanya itu, cara masak bubur ini juga tidak selayaknya bubur biasa. Butuh waktu satu jam dan menggunakan api besar agar bubur dapat benar-benar matang dan seluruh bahan tercampur.
Aroma rempah dari Bubur Podas membuat pedagang tidak pernah sepi pembeli. Ratusan porsi ludes terjual setiap hari di pusat jajanan takji, Jalan Listrik, Kota Tanjungbalai.
Baca juga: Masjid Raya Petumbukan Pertahankan Tradisi, Sediakan Bubur Lambok Khas Melayu
Salah seorang pedagang Bubur Podas, Alwi mengaku, menjual Bubur Podas hanya pada momen Bulan Suci Ramadan sejak tahun 2000.
Ujarnya, Bubur Podas ini merupakan resep turun-menurun dari keluarganya. Sehingga, mulai dari tahun 2000, hingga saat ini, tidak ada perubahan rasa dari buburnya.
"Jualan sejak tahun 2000. Ada sekitar 26 tahun jualan Bubur Podas. Kami menjual saat momen Bulan Ramadan. Namun, di luar itu, bila ada yang mau menempah juga bisa," kata Alwi.
Satu porsi, Alwi dan istrinya menjual bubur podas dengan harga Rp 10 ribu, dan mampu menghabiskan ratusan porsi per hari.
"Alhamdulillah, bisa ratusan porsi setiap harinya. Setiap tahun, memang sudah ada langganannya. Selain itu kami juga jual roti jala, yang juga sama peminatnya," katanya.
Satu per satu pelanggan bergantian mulai mendatangi gerai tenda miliknya. Tangan cekatannya lihai membungkus bubur dengan plastik.
Salah seorang pelanggan tetap, Hendra mengaku, selalu membeli Bubur Podas sebagai menu santapan berbuka puasa.
"Setiap puasa kami selalu membeli di sini untuk menu buka puasa. Rasanya gurih, pedas. Enak untuk buka, ditambah dia tidak keras jadi lambung tidak bekerja terlalu keras," kata Hendra.
Anda yang ingin mencoba Bubur Podas, bisa berkunjung ke pusat jajanan takjil di Jalan Listrik, Kota Tanjungbalai, buka mulai pukul 15.00 WIB.