TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rey, pria jadi-jadian asal Malang, Jawa Timur yang menikah sesama jenis akhirnya mengurai pengakuan usai kisahnya viral.

Pernikahan Rey jadi sorotan se-Indonesia setelah sang kekasih, Intan Anggraeni memviralkannya.

Intan mengaku ditipu oleh Rey yang awalnya mengaku sebagai laki-laki.

Diungkap Intan, selama satu bulan lebih pacaran, dirinya tidak tahu kalau Rey aslinya adalah wanita.

Karenanya saat diajak menikah siri oleh Rey, Intan setuju saja.

Merasa ditipu, Intan akhirnya melaporkan Rey ke Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026). 

Perwakilan keluarga Intan, Eko NS, mengatakan telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Rey dilaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan saat pernikahan. 

“Saat ini kita melaporkan salah satunya pemalsuan dokumen. Dokumen ini digunakan untuk menikahi saudari Intan,” kata Eko dikutip dari Kompas.com.

Pengakuan Rey

Resmi dilaporkan Intan ke polisi, Rey akhirnya angkat bicara.

Di depan awak media, Rey mengurai pengakuan mengejutkan soal hubungannya dengan Intan.

Diungkap Rey, sebenarnya Intan sejak awal sudah tahu bahwa ia aslinya adalah wanita.

Bahkan kata Rey, Intan sering berkunjung ke rumahnya.

Pacaran dengan Intan sejak Februari, Rey mengaku bahwa Intan sudah sepakat dengannya.

Rey pun bercerita bahwa Intan sendiri yang mau berpacaran dengannya meskipun sesama jenis.

"(Intan) sudah tahu awal banget, dari pertama kali mau ngejob dia itu, sudah dikasih tahu sama maminya. Akhirnya berlanjut," ujar Rey.

Kata Rey alasan Intan mau menjalin kasih dengan wanita sesama jenis adalah karena ia trauma berpacaran dengan pria.

"Dia (Intan) juga cerita, dia sudah trauma. Sebelum sama aku ada lagi sebelum-sebelumnya. Kenalnya di batu salah satu tempat hiburan malam, terus berlanjut," pungkas Rey.

MENIKAH SESAMA JENIS - Intan Anggraeni didampingi keluarga melaporkan pasangannya dalam kasus dugaan pemalsuan identitas pernikahan di Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026).(KOMPAS.com/ PUTU AYU PRATAMA SUGIYO)
MENIKAH SESAMA JENIS - Intan Anggraeni didampingi keluarga melaporkan pasangannya dalam kasus dugaan pemalsuan identitas pernikahan di Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026).(KOMPAS.com/ PUTU AYU PRATAMA SUGIYO) (Kompas.com)

Perihal pernikahan, Rey mengaku yang mengajaknya untuk menikah adalah Intan.

Rey menyebut Intan jatuh cinta padanya karena kebaikannya.

"Dia (yang ajak nikah). Karena zaman anak sekarang kan dibilangnya treat like a queen, karena sebelumnya di selalu dapat perlakuan yang kasar dari mantan-mantannya. Terus katanya cuma dimanfaatin. Abis itu dapat yang seperti ini (seperti saya). (Kata Intan) 'aku enggak pernah minta apapun, kamu turutin'," imbuh Rey.

Sebelum melangkah lebih jauh, Rey sempat ingin menyudahi hubungannya dengan Intan.

Tapi diungkap Rey, Intan menolaknya dengan tegas.

Bahkan diceritakan Rey, ibunya Intan sampai pingsan saat tahu ia mau putus dari Intan.

Rey mengaku yang ngotot agar ia menikah dengan Intan adalah ibunya.

"Aku sudah ngajak udahan, tapi dari pihak mamanya sama dia (Intan) ngancam mau bunuh diri. Sampai mamanya kan pingsan itu, akhirnya budenya datang yang ngeredain. Katanya (mamanya Intan) 'ya gimana Rey, nanti mama udah terlanjur malu sama tetangga, apalagi kamu mau nikahin (Intan)'. Lah kan udah tahu identitasku seperti apa. Maksud aku biarkan dulu proses berjalan. Cuma kan mama gegabah," ungkap Rey.

Baca juga: Cerita Intan Anggraeni Dinikahi Sesama Jenis, Baru Terungkap Saat Malam Pertama

Terkait konfliknya dengan Intan, Rey mengurai cerita.

Bahwa permasalahannya dengan Intan muncul karena persoalan uang.

Rey sengaja tidak memberikan uang lagi kepada Intan usai menikah.

"Banyak sekali bukti Intan Anastela sama aku cuma karena duit dan duit. Adanya permasalahan ini kan aku sengaja memang, rekening aku pindahkan ke rekening lain, aku bilang saldo aku udah enggak ada. Terus sengaja empat hari enggak ngasih uang, terjadilah masalah itu," ucap Rey.

Hingga kini kasus pernikahan sesama jenis itu masih berproses di kepolisian.

Kabarnya kini Rey melaporkan balik Intan atas dugaan pencemaran nama baik.