Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Forum Wisata Lingkar Rinjani menyatakan penolakan terhadap rencana kedatangan Agam Rinjani dan konten kreator Panji Petualang ke kawasan Gunung Rinjani.

Penolakan tersebut muncul setelah beredar informasi mengenai rencana pembuatan konten video untuk memperingati satu tahun proses penyelamatan pendaki asal Brasil, Juliana Marins.

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menilai kegiatan tersebut tidak tepat dilakukan karena berpotensi membuka kembali persoalan yang hingga kini masih menjadi polemik di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya, Royal menegaskan pihaknya menolak segala bentuk kegiatan yang melibatkan Agam di kawasan Rinjani. Menurutnya, penolakan tersebut berkaitan dengan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan, terutama terkait pengelolaan dana donasi yang dihimpun saat proses penyelamatan Juliana.

"Kami sangat keberatan dengan rencana kedatangannya yang ingin membuat video di Rinjani dengan dalih memperingati satu tahun penyelamatan Juliana. Kami juga tidak terima jika kata 'Pawang Rinjani' disematkan kepada yang bersangkutan," tegas Royal, Sabtu (20/6/2026).

Ia mengatakan masih terdapat berbagai persoalan yang menurutnya belum mendapatkan penyelesaian, termasuk sejumlah komitmen yang pernah disampaikan terkait penggunaan dana donasi.

"Ada banyak janji dan hutang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas," ujarnya.

Baca juga: Insiden Beruntun di Rinjani, Agam Rinjani Berencana Gunakan Uang Donasi untuk Ritual Ngasuh Gunung

Forum Wisata Lingkar Rinjani juga meminta agar Agam terlebih dahulu menyelesaikan seluruh persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat sebelum kembali melakukan aktivitas di kawasan Gunung Rinjani.

"Kami kecewa dan prihatin atas sikap Agam yang sampai saat ini masih belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Jangan jadikan Rinjani sebagai panggung untuk mengalihkan isu," terang Royal.

Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku wisata di sekitar kawasan Rinjani untuk menjaga kearifan lokal serta tidak memberikan ruang bagi kegiatan yang dinilai dapat menimbulkan kontroversi baru.

"Saya mengajak semua masyarakat dan pegiat wisata agar menolak Agam ke sini," tutupnya.

Panji Petualang Sampaikan Permohonan Maaf

Sementara itu, konten kreator sekaligus pegiat konservasi, Panji Petualang, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Lombok, khususnya masyarakat Sasak, relawan, porter, dan seluruh pihak di kawasan Gunung Rinjani yang merasa tersinggung atas unggahan yang dibuatnya beberapa hari lalu.

Melalui video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Panji menjelaskan bahwa rencana pembuatan konten bersama Agam Rinjani berawal dari pertemuan yang tidak disengaja di Jakarta. Namun setelah mengetahui adanya penolakan dari sejumlah pihak di Lombok serta persoalan yang belum terselesaikan antara Agam dengan sebagian relawan dan masyarakat setempat, ia memilih menghormati aspirasi yang berkembang.

Panji juga mengakui kesalahannya dalam penggunaan istilah "Pawang Gunung Rinjani" pada unggahan sebelumnya. Menurutnya, ia tidak mengetahui latar belakang persoalan yang sedang terjadi dan tidak memiliki maksud menyinggung pihak mana pun.

Dalam pernyataannya, Panji berharap hubungan baik dengan masyarakat Rinjani tetap terjaga dan membuka ruang untuk dapat kembali berkunjung dalam suasana yang lebih baik di masa mendatang.

(*)